Mengenal Lebih Dekat Genset 3 Phase dan Genset 1 Phase

Genset 3 Phase merupakan jenis genset yang memiliki 3 kutub saling bertentangan, sedangkan genset 1 phase hanya memiliki satu kutub yakni kutub L. Meskpiun pada dasarnya genset 1 phase memiliki dua kutub yakni kutub L dan N, namun keberadaanya kerap kali hanya disebut sebagai genset dengan 1 kutib saja. Hal ini dikarenakan salah satu kutubnya yakni kutub N tidak memiliki tegangan sehingga kerap disebut arde atau ground. Oleh sebab itu, tidak heran jika memiliki dua kutub namun keberadaannya tetap disebut dengan genset 1 phase karena memang hanya satu kutub saja yang berisi aliran listrik. Pada umumnya genset 3 phase akan menghasilkan besaran daya atau aliran 3 kali lipat genset 1 phase. Walaupun demikian, tidak semua jenis genset 3 phase selalu memiliki besaran 3 kali lipat dari genset 1 phase mengingat penggunaan genset 3 phase pada jenis gendet rumahan hanya sebesar 380 volt, sedangkan genset 1 phase memiliki kapasitas sebesar 220 volt. Hal ini disebabkan karena adanya ketetapan mengenai pembatasan atau kapasitas daya maksimal di suatu negara seperti misalnya Indonesia sebesar 50 Hz, berbeda dengan kebanyakan negara di kawasan Benua Eropa dan Amerika yang mencapai 60 Hz. Perbedaan ketetapan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam penggunana berbagai alat dan komponen listrik lainnya, baik itu dalam skala kecil sampai besar sekalipun.

Selanjutnya, mengenai output voltage atau keluaran tiap-tiap genset pada dasarnya dihitung berdasarkan selisih antar kutub yang ada, bukan dengan menentukan besaran salah satu kutub saja. Hal ini dapat ditemukan salah satunya pada genset jenis 1 phase yang kerap dianggap sebagai genset dengan daya keluaran 220 volt. Kebanyakan masyarakat mengira bahwa besaran 220 volt ditentukan dari muatan salah satu kutub yang ada, bukan dari perhitungan atau selisih antar kedua kutub sehingga perhitungan imi termasuk salah satu kesalahan yang sudah sangat lumrah terjadi di masyarakat. Adanya perbedaan kedua muatan pada tiap-tiap kutub tidak mengakibatkan  adanya perbedaan warna ketika dinyalakan. Kedua kutub tetap akan menyala layaknya memiliki besaran daya atau kapasitas yang sama. Hal ini tidak jauh berbeda dengan genset 3 phase terbaik yang notabene juga memiliki besaran daya yang berbeda-beda tiap kutubnya.

Perbedaan besaran tiap-tiap kutub dalam genset 3 phase yang biasanya memiliki tegangan sebesar 380 volt memiliki perbedaan perhitungan dengan genset 1 phase yang telah disebutkan sebelumnya karena besaran volt genset ini dihitung dari jumlah ketiga kutub yang memiliki tegangan berbeda-beda. Disamping itu, penggunaan genset 3 phase pada umumnya juga tidak dihubungkan dengan kabel keluaran netral yang biasa dilambangkan dengan huruf N. Oleh sebab itu, jika genset 1 phase indentik dengan huruf N, maka genset 3 phase lebih familiar dengan huruf-huruf lain seperti R, S dan T yang kerap digunakan senagai simbol dari tiap-tiap kutib yang digunakan. Dengan demikian, melihat huruf-huruf yang ada pada tiap ujung atau kutub pada dasarnya sudah bisa diketahui mengenai jenis gensetnya, apakah itu termasuk genset 1 phase atau genset 3 phase. Selanjutnya, mengenai penggunaan genset 1 phase dan genset 3 phase pada umumnya disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan, seperti misalnya proses produksi atau suatu kegiatan yang membutuhkan banyak daya maka bisa digunakan genset 3 phase berbeda dengan kegiatan yang hanya membutuhkan besaran listrik kecil yang bisa tercukupi dengan penggunaan gendet 1 phase.