Genset 3 Phase dan Genset 1 Phase Termasuk Kategori Genset Alternator

Generator set atau kerap disingkat genset merupakan salah satu perkakas listrik yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Keberadaanya sebagai mesin yang mampu memberikan aliran daya listrik dinilai bisa membantu memenuhi kebutuhan akan supply  listrik sekaligus mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat terputusnya aliran listrik. Penggunaan genset cukup signifikan bagi daerah-daerah yang notabene belum mendapatkan akses listrik yang memadai, selain itu aktivitas dan instansi besar juga kerap menggunakan mesin ini untuk mendukung berbagai kegiatan yang dilakuakan. Seperti contohnya yakni Industri yang memerlukan aliran listrik besar secara nonstop dalam kegiatan produksinya sehingga dibutuhkan aliran listrik kuat dan stabil agar mesin produksi tidak mengalami gangguan. Oleh sebab itu, tidak heran jika kebanyakan industri menggunakan genset dengan kapasitas yang memadai layaknya genset 3 phase terbaik. Disamping itu, beberapa lembaga atau layanan publik juga kerap dijumpai menggunakan genset dalam berbagai aktivitasnya, meskipun penggunaannya tidak sama besarnya dengan genset 3 phase yang biasa digunakan dalam bidang industri.

Jenis genset 3 phase yang kerap digunakan dalam aktivitas produksi merupakan jenis genset yang memiliki kapasitas daya cukup besar yakni mencapai 380 volt. Adapun jumlah dari besaran total yang dihasilkan merupakan pertambahan dari ketiga kutub yang ada yakni kutub R, S dan T. Ketiga kutub yang dimilikinya mampu menghasilkan besaran daya yang berbeda-beda sehingga muatan tiap-tiap kutub tidaklah sama. Genset 3 phase pada dasarnya termasuk dalam kategori grndet AC atau kerap disebut sebagai  pembangkit listrik alternator. Beberapa genset yang termasuk dalam kategori alternator memiliki beberapa tipe seperti jumlah besaran keluaran atau output  voltage yang dimiliki. Oleh sebab itu, jenis genset yang masuk dalam kategori alternatif ialah genset 3 phase dan genset 1 phase. Disamping kategori AC atau alternator terdapat juga bebrapa genset yang termasuk dalam kategori genset DC sebagai genset dengan cincin komutator di bagian output voltage atau keluarannya.

Selanjutnga mengenai perbedaan antara genset 1 phase dengan genset 3 phase dapat diketahui melalui beberapa hal seperti yang pertama ialah jumlah kabel yang dimilikinya, pada genset 1 phase terdapat dua kabel keluaran yang salah satunya merupakan kabel dengan daya atau besaran 0 sehingga keberadaanya kerap disimbolkan dengan huruf N yang berarti netral. Sedangkan genset dengan alternator 3 phase memiliki 3 kabel keluaran yang biasa disimbolkan dengan huruf R, S dan T. Sebagai akibat dari jumlah kabel yang dimilikinya, tiap-tiap genset kerap disebut identik dengan jumlah kabelnya seperti misalnya genset 1 phase atau fase tunggal dan genset 3 phase. Meskipun memiliki 2 kabel keluaran, namun namanya tetap disebut sebagai genset 1 phase mengingat salah satu kutubnya tidak berisi aliran listrik atau bermuatan 0. Selanjutnya, perbedaan kedua yang tampak pada genset 1 phase dan genset 3 phase ialah jumlah besaran yang dihasilkan yakni 220 volt pada genset 1 phase dan 380 volt pada genset 3 phase. Besaran jumlah daya yang dihasilkan juga memiliki metode perhitungan yang berbeda yakni menghitung selisih antara satu kutub yang satu dengab kutub lainnya bagi genset 1 phase dan menjumlahkan besaran tiap-tiap kutub bagi genset 3 phase. Dengan demikian, penggunaan genset 1 phase dan genset 3 phase bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan, semakin besar listrik yang dibutuhkan maka bisa digunakan jenis gendet 3 phase, begitu pula sebaliknya jika sedikit daya yang dibutuhkan maka bisa digunakan genset 1 phase.

Mengenal Lebih Dekat Genset 3 Phase dan Genset 1 Phase

Genset 3 Phase merupakan jenis genset yang memiliki 3 kutub saling bertentangan, sedangkan genset 1 phase hanya memiliki satu kutub yakni kutub L. Meskpiun pada dasarnya genset 1 phase memiliki dua kutub yakni kutub L dan N, namun keberadaanya kerap kali hanya disebut sebagai genset dengan 1 kutib saja. Hal ini dikarenakan salah satu kutubnya yakni kutub N tidak memiliki tegangan sehingga kerap disebut arde atau ground. Oleh sebab itu, tidak heran jika memiliki dua kutub namun keberadaannya tetap disebut dengan genset 1 phase karena memang hanya satu kutub saja yang berisi aliran listrik. Pada umumnya genset 3 phase akan menghasilkan besaran daya atau aliran 3 kali lipat genset 1 phase. Walaupun demikian, tidak semua jenis genset 3 phase selalu memiliki besaran 3 kali lipat dari genset 1 phase mengingat penggunaan genset 3 phase pada jenis gendet rumahan hanya sebesar 380 volt, sedangkan genset 1 phase memiliki kapasitas sebesar 220 volt. Hal ini disebabkan karena adanya ketetapan mengenai pembatasan atau kapasitas daya maksimal di suatu negara seperti misalnya Indonesia sebesar 50 Hz, berbeda dengan kebanyakan negara di kawasan Benua Eropa dan Amerika yang mencapai 60 Hz. Perbedaan ketetapan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam penggunana berbagai alat dan komponen listrik lainnya, baik itu dalam skala kecil sampai besar sekalipun.

Selanjutnya, mengenai output voltage atau keluaran tiap-tiap genset pada dasarnya dihitung berdasarkan selisih antar kutub yang ada, bukan dengan menentukan besaran salah satu kutub saja. Hal ini dapat ditemukan salah satunya pada genset jenis 1 phase yang kerap dianggap sebagai genset dengan daya keluaran 220 volt. Kebanyakan masyarakat mengira bahwa besaran 220 volt ditentukan dari muatan salah satu kutub yang ada, bukan dari perhitungan atau selisih antar kedua kutub sehingga perhitungan imi termasuk salah satu kesalahan yang sudah sangat lumrah terjadi di masyarakat. Adanya perbedaan kedua muatan pada tiap-tiap kutub tidak mengakibatkan  adanya perbedaan warna ketika dinyalakan. Kedua kutub tetap akan menyala layaknya memiliki besaran daya atau kapasitas yang sama. Hal ini tidak jauh berbeda dengan genset 3 phase terbaik yang notabene juga memiliki besaran daya yang berbeda-beda tiap kutubnya.

Perbedaan besaran tiap-tiap kutub dalam genset 3 phase yang biasanya memiliki tegangan sebesar 380 volt memiliki perbedaan perhitungan dengan genset 1 phase yang telah disebutkan sebelumnya karena besaran volt genset ini dihitung dari jumlah ketiga kutub yang memiliki tegangan berbeda-beda. Disamping itu, penggunaan genset 3 phase pada umumnya juga tidak dihubungkan dengan kabel keluaran netral yang biasa dilambangkan dengan huruf N. Oleh sebab itu, jika genset 1 phase indentik dengan huruf N, maka genset 3 phase lebih familiar dengan huruf-huruf lain seperti R, S dan T yang kerap digunakan senagai simbol dari tiap-tiap kutib yang digunakan. Dengan demikian, melihat huruf-huruf yang ada pada tiap ujung atau kutub pada dasarnya sudah bisa diketahui mengenai jenis gensetnya, apakah itu termasuk genset 1 phase atau genset 3 phase. Selanjutnya, mengenai penggunaan genset 1 phase dan genset 3 phase pada umumnya disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan, seperti misalnya proses produksi atau suatu kegiatan yang membutuhkan banyak daya maka bisa digunakan genset 3 phase berbeda dengan kegiatan yang hanya membutuhkan besaran listrik kecil yang bisa tercukupi dengan penggunaan gendet 1 phase.